11 Agustus, 2018

Pengetahuan Agama Islam: Makna dan Sejarah Tentang Idul Adha

- 0 komentar
Pengetahuan Agama Islam: Makna dan Sejarah Tentang Idul Adha: Hari raya Qurban , yang sering kita sebut dengan Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haj...
[Mau Baca Klik Disini]

Makna dan Sejarah Tentang Idul Adha

- 0 komentar
Hari raya Qurban, yang sering kita sebut dengan Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. 

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an: 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ 
الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat siti hajar dan nabi ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kota mekkah yang aman dan makmur dilukiskan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Dari ayat tersebut, kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini memiliki kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan ibadah haji maupun umrah.

Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran modern, dalam tata pemerintahan dan ekonomi, serta kaemanan hukum, sebagai faktor utama kemakmuran rakyat yang mengagumkan. Yang semua itu menjadi dalil, bahwa do’a Nabi Ibrahim dikabulkan Allah SWT. Semua kemakmuran tidak hanya dinikmati oleh orang islam saja. Orang-orang yang tidak beragama Islam pun ikut menikmati.

Allah SWT berfirman:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

Setelah gelar Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Sebagai realisasi dari firmannya ini, Allah SWT mengizinkan pada para malaikat menguji keimanan serta ketaqwaan Nabi Ibrahim. Ternyata, kekayaan dan keluarganya dan tidak membuatnya lalai dalam taatnya kepada Allah.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang di zamannya adalah tergolong milliuner. Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.”

Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur’anul ‘adzim mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan anaknya jika dikehendaki oleh Allah itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-Qur’an:

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)

Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah, datanglah setan sambil berkata, “Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu? Tega sekali, anak satu-satunya disembeli!” “Coba lihat, anaknya lincah seperti itu!” “Anaknya pintar lagi, enak dipandang, anaknya patuh seperti itu kok dipotong!” “Tidak punya lagi nanti setelah itu, tidak punya lagi yang seperti itu! Belum tentu nanti ada lagi seperti dia.” Nabi Ibrahim sudah mempunya tekat. Ia mengambil batu lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu akbar.” Batu itu dilempar. Akhirnya seluruh jamaah haji sekarang mengikuti apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini di dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengatakan, “Bismillahi Allahu akbar”. Dan hal ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah.

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau di leher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya.

Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”
سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ
“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”
كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail diatas, bagi kita harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang mengandung pembelajaran paling tidak pada tiga hal;

Pertama, ketakwaan. Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akherat. Bahwa mereaih kehidupan baik (hasanah) di akhierat kelak perlu melalui kehidupan di dunia yang merupakan ladang untuk memperbanyak kebajikan dan memohon ridho Nya agar tercapai kehidupan dunia dan akherat yang hasanah. Sehingga kehidupan di dunia tidak terpisah dari upaya meraih kehidupan hasanah di akherat nanti. Tingkat ketakwaan seseorang dengan demikian dapat diukur dari kepeduliannya terhadap sesamanya. Contoh seorang wakil rakyat yang memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi tentu tidak akan memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk memperkaya dirinya sendiri bahkan orang seperti ini akan merasa malu jika kehiudpannya lebih mewah dari pada rakyat yang diwakilinya. Kesiapsediaan Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya atas perintah Allah menandakan tingginya tingkat ketakwaan Nabi Ibrahim, sehingga tidak terjerumus dalam kehidupan hedonis sesaat yang sesat. Lalu dengan kuasa Allah ternyata yang disembelih bukan Ismail melainkan domba. Peristiwa ini pun mencerminkan Islam sangat menghargai nyawa dan kehidupan manusia, Islam menjunjung tinggi peradaban manusia.

Kedua, hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah umat Islam yang diperintahkan Tuhan senantiasa mengandung dua aspek tak terpisahkan yakni kaitannya dengan hubungan kepada Allah (hablumminnalah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas. Ajaran Islam sangat memerhatikan solidaritas sosial dan mengejawantahkan sikap kepekaan sosialnya melalui media ritual tersebut. Saat kita berpuasa tentu merasakan bagaimana susahnya hidup seorang dhua’afa yang memenuhi kebutuhan poangannya sehari-hari saja sulit. Lalu dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada kaum tak berpunya itu merupakan salah satu bentuk kepedualian sosial seoarng muslim kepada sesamanya yang tidak mampu. Kehidupan saling tolong menolong dan gotong royong dalam kebaikan merupakan ciri khas ajaran Islam. Hikmah yang dapat dipetik dalam konteks ini adalah seorang Muslim diingatkan untuk siap sedia berkurban demi kebahagiaan orang lain khususnya mereka yang kurang beruntung, waspada atas godaan dunia agar tidak terjerembab perilaku tidak terpuji seperti keserakahan, mementingkan diri sendiri, dan kelalaian dalam beribadah kepada sang Pencipta.

Ketiga, peningkatan kualitas diri. Hikmah ketiga dari ritual keagaamaan ini adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim. Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, mementingkani orang lain (altruism) dan senantiasa sigap dalam menjalankan segala perintah agama dan menjauhi hal-hal yang dilarang. Dalam Al Quran disebutkan bahwa Nabi Muhammad memiliki akhlak yang agung (QS Al-Qalam: 4). Dalam Islam kedudukan akhlak sangat penting merupakan “buah” dari pohon Islam berakarkan akidah dan berdaun syari”ah. Segala aktivitas manusia tidak terlepas dari sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. Sebaliknya, akhlak tercela dipastikan berasal dari orang yang bermasalah dalam keimanan merupakan manisfestasi dari sifat-sifat syetan dan iblis.

Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan air zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahunan yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter, sebagai tonggak jasa seorang wanita yang paling sabar dan tabah yaitu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail.

Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha, bahwa hakikat manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan dipadang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban.

[Mau Baca Klik Disini]

14 Mei, 2018

Beberapa Makna Ramadhan Menurut Ulama'

- 0 komentar
Kata Ramadhan adalah merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan. 

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan merupakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi Muhammad SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian. 

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Allah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.

Demikian, Semoga bermanfaat.....
[Mau Baca Klik Disini]

02 April, 2018

Kisi - Kisi USBN Tahun Pelajaran 2017 - 2018

- 0 komentar
Kata Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau yang sering disebut dengan istilah USBN muncul pada akhir tahun 2016. Karna itu nama ujian ini mungkin tergolong baru di telinga kita bila dibandingkan dengan istilah Ujian Nasional atau UN.

Namun ada sedikit perbedaan antara USBN ini dengan UN. yaitu pada substansi soal. karena di USBN ini selain pilihan ganda ada juga soal uraian (esay) nya.

Bagi anda yang ingin download kisi - kisi ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun Ajaran 2017-2018. bisa download link di bawah ini.

Berikut disampaikan Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 :

Kisi-kisi USBN SD/MI sederajat klik Download

Kisi-kisi USBN SMP/MTs sederajat KTSP & k2013 klik Download

Kisi-kisi USBN SMA/MA sederajat KTSP & k2013 klik Download

Kisi-kisi USBN SMK/MAK KTSP & k2013 klik Download

Kisi-kisi USBN SDLB/MILB klik Download

Kisi-kisi USBN SMPLB/MTsLB klik Download

Kisi-kisi USBN dan SMALB/MALB klik Download

Kisi-kisi USBN Pendidikan Kesetaraan klik Download

Silahkan download kisi - kisi Ujian Nasional (UN) Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini

Kisi - kisi Ujian Nasional (UN) 2017 - 2018


Silahkan download kisi - kisi UMBN MI, MTs, MA Non Keagamaan Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini

Kisi - kisi UMBN MI, MTs, MA Non Keagamaan

Terima Kasih... Semoga Bermanfaat
[Mau Baca Klik Disini]

31 Maret, 2018

Kisi - Kisi UMBN MI, MTs, MA Non Keagamaan 2017-2018

- 0 komentar
Dirjen Pendis telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 5527 Tahun 2017 Tentang Kisi-Kisi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional PAI Dan Bahasa Arab Tahun Pelajaran 2017-2018. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Oktober 2017. 


Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dilaksanakan dalam rangka mengendalikan mutu danpemetaan hasil pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan, perlu diadakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional PAI dan Bahasa Arab serta untuk pencapaian standar kompetensi lulusan PAI dan Bahasa Arab telah disusun kisi-kisi UAMBN PAI dan Bahasa Arab.

Berikut adalah kisi-kisi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tahun Pelajaran 2017-2018, yang dapat di download melalui link - link download berikut:

Kisi - Kisi Madrasah Ibtidaiyah :


Kisi - kisi UMBN MI Al Qur'an Hadits Download

Kisi - kisi UMBN MI Aqida Akhlak Download

Kisi - kisi UMBN MI Bahasa Arab Download

Kisi - kisi UMBN MI Fiqih Download

Kisi - kisi UMBN MI SKI Download


Kisi - Kisi Madrasah Tsanawiyah :


Kisi - kisi UMBN MTs Al Qur'an Hadits Download

Kisi - kisi UMBN MTs Aqida Akhlak Download

Kisi - kisi UMBN MTs Bahasa Arab Download

Kisi - kisi UMBN MTs Fiqih Download

Kisi - kisi UMBN MTs SKI Download


Kisi - Kisi Madrasah Aliyah :


Kisi - kisi UMBN Bahasa Arab - MA Non Keagamaan Download

Kisi - kisi UMBN Al Qur'an Hadits - MA Semua Peminatan Download

Kisi - kisi UMBN Aqida Akhlak - MA Non Keagamaan Download

Kisi - kisi UMBN SKI - MA Non Keagamaan Download

Kisi - kisi UMBN Bahasa Arab - MA Keagamaan Download

Kisi - kisi UMBN Akhlak - MA Keagamaan Download

Kisi - kisi UMBN Ilmu Kalam - MA Keagamaan Download

Silahkan download kisi - kisi USBN Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini

Kisi - kisi USBN Tahun 2017 - 2018

 
Silahkan download kisi - kisi Ujian Nasional (UN) Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini

Kisi - kisi Ujian Nasional (UN) Tahun 2017-2018


Demikian kisi - kisi UMBN Madrasah.... mudah-mudahan bermanfaat!!!
[Mau Baca Klik Disini]

29 Maret, 2018

Kisi - Kisi Ujian nasional (UN) Tahun 2017 - 2018

- 0 komentar
Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi / kriteria yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis / merakit tes Kisi-kisi disusun berdasar tujuan penggunaan tes Melalui kisi-kisi dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal.

Dibawah ini adalah file kisi - kisi ujian nasional (UN) tahun 2018 baik SMP, SMA, SMK sederajat. Juga ada kisi - kisi untuk Paket B & C juga untuk Pendidikan Luar Biasa.



Bagi yang ingin download kisi - kisinya silahkan klik link download di bawah ini :

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) SMP & MTs Tahun 2018 download

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) SMA & MA Tahun 2018 download

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) SMK & MAK Tahun 2018 download

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) Paket B & Paket C Tahun 2018 download

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) SMPLB & SMALB Tahun 2018 download   


Silahkan download kisi - kisi USBN Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini

Kisi - kisi USBN Tahun 2017 - 2018
 
Silahkan download kisi - kisi UMBN Tahun 2017 - 2018 dg klik link di bawah ini


Kisi - Kisi UMBN tahun 2017-2018 
 

Sekilas tentang Kisi - kisi Ujian Nasional (UN) tahun 2018. Semoga bermanfaat. Terima Kasih 
[Mau Baca Klik Disini]

23 Januari, 2018

Nama Bulan Hijriyah Beserta Artinya

- 0 komentar
Penanggalan dalam kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran matahari.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Sebelumnya, orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah di tahun gajah.

Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a.

Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah).

Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw.

Sedangkan nama-nama bulan Islam dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab.

Orang Arab memberi nama bulan-bulan mereka dengan melihat keadaan alam dan masyarakat pada masa-masa tertentu sepanjang tahun. Misalnya bulan Ramadhan, dinamai demikian karena pada bulan Ramadhan waktu itu udara sangat panas seperti membakar kulit rasanya.

Berikut adalah arti nama-nama bulan dalam Islam:

1. Bulan Muharram

MUHARRAM, artinya: yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.

2. Bulan Shafar

SHAFAR, artinya: kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.

3. Bulan Rabi’ul Awal

RABI’ULAWAL, artinya: berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninqgalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah.
Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga.

4. Bulan Rabi’ul Akhir

RABIU’ULAKHIR, artinya: masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.

5. Bulan Jumadil Awal

JUMADILAWAL nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.

6. Bulan Jumadil Akhir

JUMADILAKHIR, artinya: musim kemarau yang penghabisan.

7. Bulan Rajab

RAJAB, artinya: mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

8. Bulan Sya’ban

SYA’BAN, artinya: berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

9. Bulan Ramadhan

RAMADHAN, artinya: sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan.
Hal itu dikarenakan peristiwa-peristiwa peting seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib, pada bulan ini kaurn muslimin dapat rnenaklukan kaum musyrik dalarn perang Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.

10. Bulan Syawwal

SYAWWAL, artinya: kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang mernbahagiakan.

11. Bulan Dzulqa’dah

DZULQAIDAH, berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan duduk-duduk di rumah.

12. Bulan Dzulhijjah

DZULHIJJAH artinya: yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as. menunaikan ibadah haji.

Semoga Bermanfaat
[Mau Baca Klik Disini]

07 Desember, 2017

Kejadian Luar Biasa di Malam Kelahiran Rasulullah SAW

- 0 komentar
Kemuliaan serta mukjizat Nabi Muhammad SAW, sangat banyak, Rasulullah adalah mahluk terlebih dan mahkluk paling sempurna yang Allah ciptakan. Sehingga Allah dan para Malaikat berselawat kepadanay, sebagaimana dalam dalam Al-qur’an,


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. al-Azhab: 56).

Kita ketahui dan yakini sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bersalawat untuk Nabi dan orang-orang yang beriman bersalawatlah kepada Rasul. Rabiul Awal merupakan momen yang sangat bersejarah dan penuh hikmah, kesempatan bagi kita umat Nabi Muhammad SAW, untuk menambahkan rasa cinta kepada Rasul dengan berbagai macam bentuk amalan. berselawat, berzikir, dahwah dan lain sebagianya dalam rabiul awal. Di kesempatan ini kami LBM MUDI MESRA akan memberikan beberapa Kejadian Luar Biasa di Malam Lahirnya Sang Rasul. Beberapa peristiwa Kejadian Luar Biasa di Saat Lahirnya Sang Rasul yang terjadi menjelang kelahiran Rasul Mustafa Nabi Muhammad SAW.


Di antaranya: Disebutkan dalam kitab Sab’iyyat dihalaman 84. Ka’ab Al-Ahkbar menceritakan bahwa dalam kitab Taurat Allah memberitahukan kepada kaum Nabi Musa, tentang masa lahirnya sang Rasulullah SAW. Yaitu tatkala bintang yang selama ini tetap dan tidak bergerak, maka di saat lahirnya Muhammad SAW kelak, bintang tersebut akan bergerak dan berpindah dari tempat semula. Kemudian terbukti di saat lahirnya Rasulullah SAW bintang tersebut benar-benar bergerak dari tempat asalnya. dan yahudipun mengetahuinya akan tetapi mereka merahasiakannya, mereka membungkam dan mengubur berita itu dalam kebencian mereka karena kedengkian dari diri mereka itu.

Berikut ini beberapa Kejadian Luar Biasa di Malam Lahirnya Sang Rasulullah;


1. Kedatangan Siti Asiah, Siti Maryam

Pada malam lahirnya Nabi hadir penguni surga, yaitu Asiah Istri fir’un dan Maryam Binti Imran mereka adalah bidadari, hikmah hadirnya Asiah dan maryam yang mereka adalah bidadari, mengisyarah bahwa Nabi Muhammad SAW, disediakan bidadari yang banyak untuk Rasulullah SAW disurga kelak, dan juga Asiah dan Maryam merupakan istri Rasulullah kelak disurga. Nabi di saat lahir dalam keadaan sujud nampak merendahkan dirinya. telunjuknya nabi menunjukkan ke arah langit.

2. Beliau Lahir Dalam Keadaan Sudah Dikhitan

Rasulullah lahir dalam keadaan telah di khitan dan lahir dalam bersih dan tanpa kotoran sedikitpun.

3. Dilarangnya Setan Naik Kelangit Hingga Hari Kiamat

Terhalangnya setan naik kelangit pada saat kelahiran Rasulullah, sejak itulah hingga hari kiamat setan dilarang kelangit. Kemudian setan dan iblis terkutuk berkumpul mereka berkata dahulu kita diperkenankan Allah naik ke langit, namun mulai hari ini kita dilarang ke sana untuk selamanya. Iblis memerintahkan kepada setan untuk berkeliling. “berkelilinglah kalian, berpencarlah ke timur da ke barat, ada kejadian apakah kiranya”, Mereka pun berkeliling hingga bertemu di Makkah. Setiba di sana, mereka terheran-heran demi menyaksikan suatu peristiwa yang sang bayi mulia Rasul Mustafa tengah dikelilingi para malaikat yang dengan riang gembira mengucapkan selamat. dan dari tubuh sang habibullah Rasulullah Nabi Muhammad SAW terpancar cahaya ke langit. Setan dilarang ke langit untuk mengikuti pecakapan para malaikat yang sebelumnya dibolehkan.

4. Runtuhnya berhala di sekitar Ka’bah

Dalam satu riwayat, dikatakan bahwa Abdul Muthalib bercerita: Kala itu aku tengah berada di sekitar Ka’bah. Tiba-tiba aku terkejut melihat patung-patung bergelimpangan tunduk sujud ke hadirat Allah. Lalu kudengar suara dari balik dinding Ka’bah: Telah lahir seorang Rasul yang akan menghancur leburkan benteng-benteng kekufuran dan menyucikan manusia dari berhala-berhala sesembahan serta memerintahkan para insan beibadah kepada Allah.

5. Goncang Istana Kisra di Persia

Istana Kisra di Persia saat itu merupakan bangunan yang paling megah, luas serta dan terkenal kokoh masa itu. Namun di malam kelahiran Nabi SAW, bangunan ini goncang sehingga retak.

6. Runtuhnya 14 beranda Istana Persia

Di malam kelahiran Rasulullah, di Persia, selain istana mereka goncang hingga retak, empat belas beranda di negri mereka juga roboh. Robohnya 14 beranda tersebut mengisyarah sesungguhnya Negri Persia hanya bertahan dibawah kekuasaan 14 raja. Raja mereka yang terakhir adalah Yazdajir yang terbunuh di awal masa Khalifah Saidina Usman. setelah itu kerajaan Persia berakhir di tangan umat Islam.

7. Api sembahan Orang Majusi Mendadak Padam

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw, masyarakat majusi menyembah api dan menganggap api itu sebagai Tuhan. Api itu tidak pernah padam selama beratus-ratus tahun. Namun saat Rasul Mustafa Nabi Muhammad SAW lahir, api tersebut mati seketika. Para pengikut Majusi berusaha menyalakan apinya, tapi tetap api tersebut tidak dapat menyala.

8. Keringnya Danau Sawah di Buhairah

Keringnya Danau Sawah di Buhairah. Danau ini terletak di kota Samawah yang terletak selatan Bagdad, danau sawah tidak pernah kering sebelumnya dan di anggap ramat oleh penduduk Persia.

9. Keluarnya Cahaya Bersama Rasul yang Sampai ke Negri Syam

Saat kelahiran Rasulullah, tercancarlah cahaya menyinari langit timur dan barat. Hal ini merupakan isyarah bahwa Rasulullah akan akan menghilangkan kesyirikan dengan cahaya Islam. Cahaya tersebut sampai terlihat ke negri Syam. Hal ini merupakan isyarah bahwa mengisyarah Nabi menguasai dunia, cahaya terpancar menyenari bumi syam, sehingga kerajaan Syam nampak terlihat oleh orang-orang di kota Mekkah, ini sebagai petunjuk bahwa Islam akan berjaya di Negri Syam. Ka’ab bin Ahbar mengatakan “tersebut di dalam kitab umat terdahulu bahwa Muhammad Rasul Allah, dilahirkan di Makkah, hijrah ke Yasrib dan kerajaannya di Syam”.

10. Lahir dalam keadaan tertelungkup dan menggenggap bumi dan menengadah kepala ke langit

Kejadian luar biasa lain di malam kelahiran Rasulullah adalah beliau terlahir disertai cahaya dalam keadaan terlungkup atas bumi dengan bertekan atas kedua tangannya, kemudian menggenggam tanah dan menengadah ke langit.
Menggenggam tanah merupakan isyarah bahwa beliau akan menguasai ahli bumi. Menengadah ke langit mengisyarahkan bahwa selalu tinggi kedudukan beliau dan juga mengisyarahkan bahwa beliau berpaling dari dunia. Seolah-oleh beliau berkata; “saya tidak menoleh sedikitpun kepada dunia ini”.

11. Keluar Suara dari Sudut Ka’bah

Saat Rasulullah SAW terdengar suara dari ka’bah.
Suara Sudut pertama berbunyi: ُقُلْ جَاءَ اْلحَّقُ وَمَا يَبْدِئُ اْلبَاطُل وَمَا يُعِيْد
Suara Sudut kedua berbunyi: لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Suara sudut ketiga berbunyi: ٍقَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللهِ نُوْرٌ هُوَ النَّبِيْ وَكِتَابُ قُرْآنٍ مُبَيْن
Suara sudut ke empat berbunyi: يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Ada satu riwayat yang menceritakan bahwa Abdul Muthallib berada dalam ka’bah saat itu, beliau berkata: “saya dalam ka’bah saat itu, dalam ka’bah banyak berhala lalu berhala-hala itu jatuh dari tempatnya dan roboh dalam posisi sujud kepada Allah dan saya mendengar dinding ka’bah yang bersuara:

ولذالنبي المختار الذي يهلك بيده الكفار ويطهرني من هذه الآصنام ويأمر بعبادة الملك العلام

12. Rasullah dilahirkan tidak melalui jalur biasa.

Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Kitab Nihayatuz Zain mengatakan;
ونقل بعض الأفاضل عن القليوبي وعن جمع من المحققين أنه صلى الله عليه وسلم لم يولد من الفرج بل من محل فتح فوق الفرج وتحت السرة والتأم في ساعته
Dan diNukilkan dari Al-Fadhil dari para Muhaqqiq. Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak dilahirkan melalui vagina aka tetapi beliua dilahirkan dari lobang atas faraj (vagina) dan dibawah pusat 

13. Sang Bunda Rasul Mustafa Tercinta (Aminah) Tidak Merasa Sakit di Saat Melahirkan Baginda Sang Rasul.

Sang Ibunda Rasul Aminah tidak merasa sakit layaknya wanita yang melahirkan. Ibunda sang Rasul terlepas dari derita selama mengandung, tidak merasakan sakit dan pedih sewaktu melahirkan, karena Setiap wanita yang mengandung merasakan kepayahan, sakit, susah, dan lainya, akan tetapi sang Ibunda Rasul Mustafa terpelihara dari semua itu.

[Mau Baca Klik Disini]

28 November, 2017

Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

- 0 komentar
Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang filosofis-substantif.

Kata maulid sama artinya dengan milad yang diambil dari bahasa Arab dengan arti: "hari lahir". Peringatan terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad ternyata bukanlah tradisi yang ada ketika rasul hidup.

Perayaan ini menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, jauh sesudah Rasulullah Muhammad saw wafat.

Jadi, selama rasul hidup ternyata tidak ada namanya tradisi maulid nabi, bahkan pada zaman sahabat sekalipun. Lantas, bagaimana sejarah dan asal usul adanya tradisi maulid nabi besar Muhammad saw?

Peringatan itu kali pertama dilakukan Raja Irbil yang saat ini berada di wilayah Irak, yakni Muzhaffaruddin al kaukabri pada sekitar abad ke-7 hijriah.

Perayaan itu dilakukan pada bulan Rabi'ul Awal dan dirayakan secara besar-besaran. Tradisi ini kemudian berkembang pesat dan luas di seluruh dunia hingga Indonesia.

Bisa dibayangkan, pada zaman rasul, sahabat dan sesudahnya ternyata peringatan maulid nabi tidak ada. Setelah selang waktu sekitar 600 hingga 700 tahun kemudian, tradisi itu muncul. Karena itu, jika tidak mengerti arti, makna dan hikmah maulid besar nabi Muhammad saw justru menimbulkan "hura-hura" seremonial saja tanpa ada makna yang substantif.

Arti maulid nabi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, maulid sama halnya dengan milad yang artinya hari lahir. Jadi, maulud nabi bisa diartikan sebagai hari lahir baginda rasulullah Muhammad saw.

Seperti hari kelahiran pada umumnya yang dirayakan dengan ulang tahun atau birthday, maulid nabi dirayakan dengan tujuan memperingati ulang tahun kelahiran tokoh besar umat Islam, yakni Muhammad Saw.

Makna maulid nabi

Dengan adanya seremonial maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah.

Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad saw.

Bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi.

Saat melontarkan pujian-pujian dan sholawat yang begitu menggebu-gebu, hendaknya tidak hanya ditujukan kepada fisik maupun keduniawiannya saja tetapi juga akhlak nabi yang begitu agung dan mulia.

Dalam hal ibadah, akhlak mulia dan agung dari nabi itulah yang harus ditiru, dicontoh dan diteladani. Padahal kita tahu, Islam sebagai agama yang dibawa nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin.

Artinya, Islam membawa rahmat bagi alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya.

Hikmah maulid nabi

Terkadang seremonial itu perlu. Hal ini untuk mengingatkan kembali tentang betapa hebat perjuangan beliau dan akhlak serta moralitas beliau.

Manusia itu tempatnya lupa. Meski setiap hari sholawat, tetapi kalau hati tidak meresapinya pasti lupa dengan makna substantif dari shalawat.

Dengan adanya maulid, manusia atau umat Muslim diharapkan bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara konstan dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak baginda nabi Muhammad saw.
 
Teima kasih
[Mau Baca Klik Disini]

Download Soal Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2010

- 0 komentar
Ujian Nasional adalah Ujian Terakhir yang harus dilakukan dan dihadapi oleh Semua Siswa baik itu Siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) Maupun Sekolah menengah atas (SMA). Karena Hasil dari ujian ini merupakan gambaran dari kemampuan dan kompetensi siswa dalam mempelajari pelajaran selama beberapa tahun di sekolah terkait.



Untuk menunjang kebehasilan serta kesuksesan dalam menghadapi ujian tersebut. maka dibawah ini kami sediakan link untuk download. soal ujian nasional (UN) dari tahun ke tahun yang kami ambil dari website lain yaitu http://www.m4th-lab.net dengan harapan agar bisa mempersiapakan diri lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Download Soal Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun 2010 semua mata pelajaran silahkan klik gambar download di bawah ini :



Download Soal UN MTK SMP/MTs Tahun 2010
https://userscloud.com/pubnn5ikzpoh



Download Soal UN Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun 2010
https://userscloud.com/rg75si84fisv



Download Soal UN Bahasa Inggris SMP/MTs Tahun 2010
https://userscloud.com/7uueso5h8pj6



Download Soal UN IPA SMP/MTs Tahun 2010
https://userscloud.com/vhezynmhv5kp




Silahkan Download Soal - Soal UN SMP/MTs di link yang Lain :

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2009

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2010

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2011

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2012

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2013

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2014

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2015

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2016

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2017      
[Mau Baca Klik Disini]

Download Soal Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2009

- 0 komentar
Ujian Nasional adalah Ujian Terakhir yang harus dilakukan dan dihadapi oleh Semua Siswa baik itu Siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) Maupun Sekolah menengah atas (SMA). Karena Hasil dari ujian ini merupakan gambaran dari kemampuan dan kompetensi siswa dalam mempelajari pelajaran selama beberapa tahun di sekolah terkait.

Untuk menunjang kebehasilan serta kesuksesan dalam menghadapi ujian tersebut. maka dibawah ini kami sediakan link untuk download. soal ujian nasional (UN) dari tahun ke tahun yang kami ambil dari website lain yaitu http://www.m4th-lab.net dengan harapan agar bisa mempersiapakan diri lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Download Soal Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun 2009 semua mata pelajaran silahkan klik gambar download di bawah ini :



Download Soal UN MTK SMP/MTs Tahun 2009
https://userscloud.com/aqodiriulxyl



Download Soal UN Bahasa Indonesia SMP/MTs Tahun 2009
https://userscloud.com/tpgb78pxkw2d



Download Soal UN Bahasa Inggris SMP/MTs Tahun 2009
https://userscloud.com/7uueso5h8pj6



Download Soal UN IPA SMP/MTs Tahun 2009
https://userscloud.com/vhezynmhv5kp







Silahkan Download Soal - Soal UN SMP/MTs di link yang Lain :

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2009

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2010

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2011

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2012

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2013

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2014

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2015

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2016

Download Soal Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun 2017      
[Mau Baca Klik Disini]

15 November, 2017

Download Soal Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SD Tahun 2017

- 0 komentar
Ujian Nasional adalah Ujian Terakhir yang harus dilakukan dan dihadapi oleh Semua Siswa baik itu Siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) Maupun Sekolah menengah atas (SMA). Karena Hasil dari ujian ini merupakan gambaran dari kemampuan dan kompetensi siswa dalam mempelajari pelajaran selama beberapa tahun di sekolah terkait.

Untuk menunjang kebehasilan serta kesuksesan dalam menghadapi ujian tersebut. maka dibawah ini kami sediakan link untuk download. soal ujian nasional dan ujian sekolah untuk Sekolah Dasar (SD) dari tahun ke tahun yang kami ambil dari website lain yaitu http://www.m4th-lab.net dengan harapan agar bisa mempersiapakan diri lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Download Soal Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahun 2017 semua mata pelajaran silahkan klik gambar download di bawah ini :



Download Soal UN MTK SD/MI Tahun 2017
http://j.gs/9hJM



Download Soal UN Bahasa Indonesia SD/MI Tahun 2017

http://j.gs/9hJS


Download Soal UN IPA SD/MI Tahun 2017
http://j.gs/9hJT
[Mau Baca Klik Disini]

Download Soal Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SD Tahun 2016

- 0 komentar
Ujian Nasional adalah Ujian Terakhir yang harus dilakukan dan dihadapi oleh Semua Siswa baik itu Siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) Maupun Sekolah menengah atas (SMA). Karena Hasil dari ujian ini merupakan gambaran dari kemampuan dan kompetensi siswa dalam mempelajari pelajaran selama beberapa tahun di sekolah terkait.

Untuk menunjang kebehasilan serta kesuksesan dalam menghadapi ujian tersebut. maka dibawah ini kami sediakan link untuk download. soal ujian nasional dan ujian sekolah untuk Sekolah Dasar (SD) dari tahun ke tahun yang kami ambil dari website lain yaitu http://www.m4th-lab.net dengan harapan agar bisa mempersiapakan diri lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Download Soal Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahun 2016 semua mata pelajaran silahkan klik gambar download di bawah ini :



Download Soal UN MTK SD/MI Tahun 2016
http://j.gs/9hJM



Download Soal UN Bahasa Indonesia SD/MI Tahun 2016

http://j.gs/9hJS


Download Soal UN IPA SD/MI Tahun 2016
http://j.gs/9hJT
[Mau Baca Klik Disini]
 
Copyright © . Pengetahuan Agama Islam - Posts · Comments
Blog dibuat oleh Imam fahrudin · Didukung oleh Blogger