24 May, 2017

Asal Usul Batu Hajar Aswad Lengkap

- 0 komentar
Asal Usul batu Hajar Aswad tidak bisa lepas dari sejarah Ka’bah itu sendiri. Pembangunan Ka’bah, menurut al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 127 dilakukan oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail. Diceritakan bahwa Allah telah menunjukkan pada Ibrahim dimana mereka harus melakukan pembangunan, yaitu tempat yang amat dekat dengan sumur Zamzam, akhirnya Ibrahim dan Ismail mulai mengerjakan konstruksi Ka’bah kira-kira pada tahun 2130 sebelum masehi. Ketika pembangunan ini tengah berlangsung, Ibrahim menyadari bahwa amat banyak komponen-komponen Ka’bah yang tidak mampu dibuat karena kurangnya bahan, sehingga akhirnya ia dan Ismail pergi menyusuri beberapa gunung untuk membawa bebatuan dengan tujuan menyelesaikan konstruksi Ka’bah tersebut.

Bahkan setelah seluruh bagian Ka’bah selesai dibangun, Ibrahim masih merasa bahwa ada satu bagian penting yang hilang. Ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencarikan satu batu lagi yang dapat memberi “sinyal” kepada umat manusia. Mendengar hal ini, Ismail pergi dari satu bukit ke bukit yang lain hanya demi mencari batu yang bisa menjadi suar dan memberi tanda kepada seluruh umat manusia, dan pada saat inilah, malaikat Jibril diutus Allah untuk membawakan sebuah batu yang konon katanya dulunya berwarna putih dan memberikannya kepada Ismail. Mendapati batu putih yang indah tersebut, Ismail pulang dan alangkah bahagianya Ibrahim melihat batu yang ia bawa. Ismail kemudian menjawab pertanyaan Ibrahim tentang lokasi batu ini dengan jawaban “aku menerima ini dari seseorang yang tidak akan membebani anak cucuku maupun anak cucumu (Jibril)” kemudian Ibrahim mencium batu tersebut, dan gerakan tersebut kemudian diikuti oleh Ismail.

Sejarah Asal Usul batu Hajar Aswad kembali berlanjut setelah batu diletakkan oleh Ibrahim di sudut timur Ka’bah. Tepat setelah melakukan hal itu, Ibrahim mendapat wahyu dimana Allah memerintahkannya untuk pergi dan memproklamirkan bahwa umat manusia harus melakukan ziarah agar Arabia bisa didatangi oleh orang-orang dari tempat yang jauh. Beberapa peneliti percaya bahwa Ka’bah benar dibangun pada tahun 2130 sebelum masehi. Penanggalan ini dinilai konsisten dengan kepercayaan umat Muslim bahwa Ka’bah merupakan masjid pertama dan tertua dalam sejarah. Menurut literatur kaum Samaritan, dalam buku yang berjudul Secrets of Moses tertulis bahwa Ismail dan anak tertuanya, Nebaioth adalah orang yang membangun Ka’bah dan juga kota Mekah. Buku ini dipercaya telah ditulis pada abad ke-10, sementara ada pendapat lain yang menganggap buku ini ditulis pada paruh kedua abad ke-3 sebelum masehi.

Hajar Aswad sendiri sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang dihormati bahkan sebelum dakwah tentang Islam oleh Muhammad. Ketika era Muhammad tiba, batu ini juga sudah diasosiasikan dengan Ka’bah. Karen Armstrong dalam bukunya yang berjudul Islam: A Short History, menuliskan bahwa Ka’bah didedikasikan kepada Hubal, salah satu dewa dalam kepercayaan Nabatea, dan di dalamnya ada 365 berhala yang tiap-tiapnya merepresentasikan satu hari dalam satu tahun. Menurut Ibnu Ishaq yang merupakan biografer Muhammad di era awal, Ka’bah sendiri dianggap sebagai dewi, tiga generasi sebelum Islam muncul. Kultur semitik Timur Tengah juga memiliki tradisi untuk menggunakan batu-batu asing sebagai penanda tempat penyembahan, sebuah fenomena yang tertulis baik di Injil Yahudi maupun Qur’an.

Pada era Nabi Muhammad SAW, sejarah batu Hajar Aswad menjadi penting saat beberapa klan di Mekah berkelahi untuk menentukan siapa yang pantas meletakkan Hajar Aswad kembali ke Ka’bah setelah renovasi akibat kebakaran besar. Setelah sebelumnya hampir terjadi perang, para tetua klan mulai menyetujui usulan bahwa mereka harus bertanya kepada orang berikutnya yang melewati gerbang Ka’bah, dan kebetulan orang itu adalah Muhammad yang masih berusia 35 tahun. Setelah mendengar pokok permasalahan, Muhammad meminta para pemimpin klan untuk membawakannya sebuah kain, yang kemudian ia gunakan untuk meletakkan Hajar Aswad di bagian tengah kain tersebut. Setelah diletakkan, Muhammad meminta setiap ketua klan untuk memegang sisi ujung dari kain tersebut, mengangkatnya, dan membawanya ke posisi yang tepat untuk meletakkan Hajar Aswad. Setelah tiba di tempatnya, Muhammad sendiri yang mengambil dan meletakkan Hajar Aswad di posisi yang seharusnya, dan hal ini berhasil menggagalkan perang yang mungkin terjadi di antara klan-klan Mekah tadi.

Sejarah mengenai batu Hajar Aswad terus berlanjut tapi sebelumnya ia sempat mengalami beberapa kerusakan yang signifikan. Batu ini juga diceritakan pernah pecah oleh batu yang ditembakkan oleh katapel saat terjadi penyerangan Mekah oleh Umayyad. Fragmen-fragmen batu yang pecah itu kemudian disatukan kembali oleh Abdullah Ibnu Zubayr menggunakan perak. Pada tahun 930, batu tersebut dicuri oleh kaum Qarmati hingga ke tempat yang sekarang bernama Bahrain. Kini, batu ini menjadi bagian penting dalam upacara keagamaan umat Islam, yaitu ketika mereka melaksanakan haji.
[Mau Baca Klik Disini]

23 March, 2017

Download Latihan Soal UN SMA-MA 2016-2017 dan Pembahasan

- 0 komentar
Kali ini kita akan memposting tentang soal - soal prediksi Ujian Nasional yang sering disingkat UN, yang kami ambil dari beberapa sumber. Mengingat masa - masa ini adalah masa dimana siswa - siswi SMA maupun SMK memperiapkan diri untuk ujian akhir tersebut.

Ujian Nasional (UN) utama tahun pelajaran 2016/2017 untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK, disusun jadwalnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yng akan dimulai tanggal 03 - 06 April 2017 bagi SMK-MAK dan tanggal 10 - 13 April 2017 bagi SMA-MA. Kemudian, disusul UN untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB yang diperkirakan mulai minggu ketiga atau keempat bulan April 2017. Selanjutnya pada bulan Mei ujian sekolah SD/MI diperkirakan akan digelar selama 3 (tiga) hari sebagaimana jadwal biasanya.

Untuk membantu para peserta Ujian Nasional tingkat SMA/MA sederajat kami sampaikan latihan soal UN SMA/MA tahun 2017 yang bisa di download.


Berikut latihan soal UN SMA-MA tahun 2016 - 2017, yang sudah bisa didownload dengan menekan link download di bawah ini :

Latihan Soal dan Kunci jawaban serta Pembahasan untuk Jurusan IPA 

1. Latihan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
2. Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
3.  Latihan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
4.  Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
5. Latihan Soal UN Matematika Klik   Download
6. Kunci dan Pembahasan Soal UN matematika Klik   Download
7. Latihan Soal UN Fisika Klik   Download
8. Kunci dan Pembahasan Soal UN Fisika Klik   Download
9. Latihan Soal UN Kimia Klik   Download
10. Kunci dan Pembahasan Soal UN Kimia Klik   Download
11. Latihan Soal UN Biologi Klik   Download
12. Kunci dan Pembahasan Soal UN Biologi Klik   Download

Latihan Soal dan Kunci jawaban serta Pembahasan untuk Jurusan IPS

1. Latihan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
2. Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
3.  Latihan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
4.  Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
5. Latihan Soal UN Matematika Klik   Download
6. Kunci dan Pembahasan Soal UN matematika Klik   Download
7. Latihan Soal UN Ekonomi Klik   Download
8. Kunci dan Pembahasan Soal UN Ekonomi Klik   Download
9. Latihan Soal UN Geografi Klik   Download
10. Kunci dan Pembahasan Soal UN Geografi Klik   Download
11. Latihan Soal UN Sosiologi Klik   Download
12. Kunci dan Pembahasan Soal UN Sosiologi Klik   Download

Latihan Soal dan Kunci jawaban serta Pembahasan untuk Jurusan BAHASA 

1. Latihan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
2. Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Indonesia Klik   Download
3.  Latihan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
4.  Kunci dan Pembahasan Soal UN Bahasa Inggris Klik   Download
5. Latihan Soal UN Matematika Klik   Download
6. Kunci dan Pembahasan Soal UN matematika Klik   Download

UN SMA/MA merupakan singkatan dari Ujian Nasional Sekolah menengah atas (disingkat SMA)/ Madrasah Aliyah (MA). Sekolah menengah atas (disingkat SMA), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

Semoga Latihan Soal Ujian Nasional SMA/MA Tahun pelajaran 2016/2017 yang kami sampaikan dapat membantu para siswa menghadapi ujian nasional tahun 2017.

Sekian Terima Kasih
[Mau Baca Klik Disini]

20 March, 2017

Kisi - Kisi Ujian Nasional (UN) Tahun 2016-2017

- 0 komentar
Fungsi dan Kegunaan Kisi -kisi adalah sebagai Pedoman dalam penulisan soal hingga menghasilkan soal sesuai dengan tujuan tes Pedoman dalam perakitan butir soal hingga terhimpun menjadi perangkat tes yang siap digunakan Kisi-kisi yang baik akan dapat menghasilkan perangkat soal yang baik pula.

Syarat - syarat kisi-kisi  Mewakili isi kurikulum yang diujikan Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan

KOMPONEN KISI-KISI : Komponen identitas Jenjang pendidikan Program / jurusan Mata pelajaran Kurikulum yang diacu Alokasi waktu Jumlah soal Bentuk soal

KOMPETENSI( LEARNING OUTCOME = ATTAINMENT TARGET ) : Aspek kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari bahan kajian tertentu Kompetensi yang dikuasai hendaknya merupakan perpaduan kemampuan, baik dari segi pengetahuan + pengalaman + kreasi pengembangannya

MATERI : MATERI Uraian materi dari soal yang hendak disusun Uraian materi disusun oleh penulis kisi-kisi Uraian materi dapat dirumuskan secara spesifik atau umum

INDIKATOR : INDIKATOR Suatu rumusan tingkah laku yang dapat diamati sebagai pertanda atau indikasi tujuan pembelajaran (kompetensi dasar) sudah dikuasai oleh siswa Suatu rumusan yang menggunakan kata kerja operasional yang memuat perilaku siswa dan materi yang akan diukur sesuai dengan materi terpilih Rumusan indikator harus dapat diukur dan menggambarkan tingkat kemampuan siswa dari suatu topik bahasan

KRITERIA INDIKATOR : KRITERIA INDIKATOR Memuat ciri-ciri perilaku yang terdapat pada tujuan pembelajaran Memuat tingkat atau level pengetahuan dalam rumusan kata kerja operasional Berkaitan dengan uraian materi, pokok bahasan / tema / konsep Dapat disusun soalnya

FORMAT KISI-KISI Jenjang Pendidikan : Mata Pelajaran :Acuan :Alokasi waktu :Jumlah soal :Bentuk soal : Penulis : Unit Kerja : 

Untuk download Kisi - Kisi UN baik tingkat SD, SLTP, Maupun SLTA Silahkan klik kata download di bawah ini :

1. Kisi - kisi UN SD Klik Download

2. Kisi - kisi UN SMP & MTs Klik Download

3. Kisi - kisi UN SMA & MA Sederajat Klik Download

4. Kisi - kisi UN SMK & MAK Klik Download

5. Kisi - kisi UN SMPLB & SMALB Klik Download

6. Kisi - kisi UN Paket B & Paket C Klik Download





[Mau Baca Klik Disini]

15 March, 2017

Kisi - Kisi UASBN & Praktek PAI 2016 - 2017

- 0 komentar
Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi / kriteria yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis / merakit tes Kisi-kisi disusun berdasar tujuan penggunaan tes Melalui kisi-kisi dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal.

Sehingga dengan Kisi -kisi tersebut tujuan penilaian dan keteraturan pembuatan sola bisa tercapai. di bawah ini adalah Kisi - kisi UASBN & Praktek dan juga Kisi - kisi penulisan dan penyusunan soal Pendidikan Agama Islam (PAI) dan budi pekerti tahun 2016 - 2017 :

Kisi - kisi penulisan soal UASBN PAI Sma - Smk K 13 Tahun 2016 - 2017 Klik disini 

Kisi - kisi penulisan soal UASBN PAI sma - smk KTSP tahun 2016-2017  Klik Disini

Kisi - kisi Ujian Praktek PAI SMA - SMK K 13 Tahun 2016 - 2017 Klik Disini

Kisi - kisi UASBN PAI SMA - SMK K13 Tahun 2016- 2017 Klik Disini

Soal Try Out UASBN PAI SMA - SMK K13 Tahun 2016-2017 Klik Disini

Terima kasih Semoga Bermanfaat


[Mau Baca Klik Disini]

14 March, 2017

Beberapa Keutamaan Bulan Jumadil Akhir

- 0 komentar
Kali ini admin akan menjelaskan beberapa keutamaan bulan jumadil akhir yang kebetulan hari ini masuk dalam bulan jumadil akhir.

Dalam kalender hijriyah, bulan jumadal akhir adalah bulan ke 6. Bulan ini memiliki beberapa keutamaan yang tidak di miliki oleh bulan bulan lahin semisal bulan muharram, ramdhan dan lain sebagainya, namun bukan berarti bukan  bulan yang lain tidak memiliki keutamaan, hanya saja keutamaan di bulan jumadal akhir ini tidak ada dalam bulan bulan lain.
Bulan jumadal akhir memiliki beberapa keutamaan sebab dala bulan itu ada beberapa kejadian yang sangat bersejarah dalam islam, kita selaku umat islam hendaknya mengingat dan mengenang kejadian kejadian itu sebagai bentu kecintaan kita kepada agama islam.
Keutamaan pertama
Bulan jumadil akhir adalah bulan dimana orang orang islam sangat terpukul sebab meninggalnya khalifah pertama dalam islam, yaitu sayyidina abu bakar ash shiddiq . beliau wafat tepat pada tanggal 22 jumadil akhir tahuh 13 H, usia beliau genap 63 tahun. Sayyidina abu bakar adalah salah satu sahabat nabi dan juga termasuk orang orang yang beriman di masa awal. Sayyidina abu bakar adalah sahabat yang sangat dermawan, bahkan beliau menginfak kan seluruh hartanya agama islam, namun usia beliau berakhir pada bulan jumadil akhir dan ini yang membuat bulan jumadil akhir memiliki keutamaan yang tidak di miliki bulan lain.
Keutamaan kedua
Bulan jumadil akhir adalah bulan dimana khlifah ke 2 sayyidina umar bin khattab di lantik untuk menggantikan khalifah abu bakar. Sebelum sayyidina umar masuk islam,beliau adalah termasuk orang yang sangat menentang kepada agama islam, namun dengan berjalannya waktu Allah SWT memuliakan agama islam dengan masuknya sayyidina umar. Ini juga merupakan keutamaan bulan jumadil akhir.
Keutamaan ketiga.
Pada bulan jumadil akhir ini terjadilah salah satu perang terbesar dalam islam yaitu perang yarmuk. Perang ini adalah perang antara orang orang islam dengan orang Romawi, dalam perang ini banyak para tentara berjatuhan ada sekitar 3000 lebih pasukan islam mati syahid pada waktu itu, namun dari rum tidak kalah banyak, justru malah lebih banyak korban dari mereka. Pada perang ini tentara islam di pimpin oleh seorang panglima yang sangat handal yaitu Khalid bin walid beliau tidak pernah kalah dalam semua peperangan yang ia pimpin  hingga beliau bergelar “ saifullah”
[Mau Baca Klik Disini]

01 March, 2017

Peristiwa Bersejarah Pada Bulan Rabiul Akhir

- 0 komentar
Rabiul Akhir merupakan suatu bulan yang dimana bulan tersebut jatuh pada setelah bulan Rabiul Akhir yang merupakan kalender Islam. Kemudian bulan Rabiul sebenarnya ada dua yaitu Rabiul Awal dan Rabiul Akhir. Jika dikaitkan dengan Rabiul Akhir mempunyai arti musim bunga yang terahir atau sebagai yang menandakan musim mekar-mekarnya bunga pada tumbuhan yang akhir.

Berikut ini beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir, yang membuat bulan ini mempunyai makna tersendiri :
  • Adanya peperangan yang terjadi dibulan Rabiul Akhir di antaranya yaitu, Peperangan Najran, Pegusiran Kaum Yahudi Bani Nadir, Peperangan Al-Ghabah / Zi-Qarad dan Peperangan Al-Ghamar.
  • Kemudian pada Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq r.a terjadi pengempungan Damsyik yang diketuai oleh Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan kemudian Khalid bin Walid yang dilakukan selama 70 hari pada tahun 14 H.
  • Dibulan ini juga bertempatan dengan meninggalnya Khalifah Abu Bakar As-siddiq r.a dan meninggalnya Umar bin khattab r.a yang merupakan khalifah yang kedua.
  • Peperangan Jamal, yaitu dimana peperangan Sayidina Aisyah r.a yang terherat dalam kancah peperangan yang menetang pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Tholib r.a.
  • Adanya percobaan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan batu, yang dilakukan oleh Bani Nadsir. Disaat itu pula Rasulullah mengusir mereka yang telah menghianati perjanjian yang disepakati, ini terjadi pada tahun 3 Hijriah.
Demikian peristiwa-peristiwa yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Disini agar kita tahu bahwa banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan Rabiul Akhir. Sehingga kita sebagai umat islam juga turut memperingati bulan Rabiul Akhir ini, dengan cara memeperbanyak ibadah.
[Mau Baca Klik Disini]

16 January, 2017

Beberapa Kelebihan Bulan Robiul Akhir

- 0 komentar
Bulan Rabiul Akhir adalah bulan yang jatuh setelah bulan Rabiul Awal dan sebelum Jumadil Awal dan bulan ke-4 dalam kalender Hijriyah.  Dinamakan Robiul Akhir karena menandai musim mekar-mekarnya bunga pada tumbuh-tumbuhan yang akhir. Namun,  sekarang Robiul akhir tidak lagi ditandai dengan mekar-mekarnya bunga-bunga.

Sebelum merujuk pada keutamaan bulan Robiul Akhir, mari kita lihat apa saja peristiwa dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir.
  1. Diturunkannya surat Al Hasyr pada Nabu Muhammad. Surah al Hasyr memiliki arti pengusiran. Dalam surat ini, menceritakan pengusiran suku Bani Nadzir beragama Yahudi yang tinggal di sekitar madinah. Dalam surat ini juga menjelaskan tentang perintah takut pada Allah dan diakhiri dengan nama-nama Allah yang mulia. Seperti Ar Rahman, Ar Rahim, al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mukmin, Al Muhaimin, al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Kholiq, al Bari’, Al Mushowwir.
  2. Percobaan pembunuhan menggunakan batu pada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh bani Nadzir. Sekaligus karena itu Rasulullah mengusir mereka karena menghianati perjanjian yang telah disepakati. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah.
  3. Terjadi banyak peperangan pada bulan ini di masa Rasulullah, diantaranya: perang Najran(pengusiran bani Nadzir), perang Al Ghabah(disebut Al Ghobah karena penyerangan oleh Unaynah bin Hizn Al Farisi orang Ghatafan terhadap unta-unta milik nabi di Al Ghabah. Perang ini juga disebut perang Dzi Qarad, terjadi pada 6H ), perang al Ghamar(untuk menyerang kabilah Bani Asad yang dipimpin oleh Ukkashah bin Mishan)
  4. Pada pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq, terjadi pengepungan Damsyik yang dipimpin oleh Kholid bin Walid dan Ubaidah bin Jarrah selama 70 hari pada tahun 14 H.
  5. Perang Jamal antara pasukan Sayyidati Aisyah melawan pasukan Khalifah Ali bin Abi Tholib. Pada tahun terjadinya perang ini disebut tahun fitnah.
Demikian beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan Robiul Akhir. Adapun dalam banyak sumber mengatakan bahwa wafatnya Abu Bakar Ash Shiddiq serta wafatnya Imam Al Ghazali adalah pada Bulan Rabiul Akhir adalah salah. Karena dari sumber yang lebih terpercaya, wafat kedua tokoh tersebut adalah pada Jumadil Akhir.

Nah, dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa pada bulan ini banyak sekali terjadi perang. Sampai Asbabun Nuzul diturunkannya Al Hasyr adalah karena penghianatan yang memicu perang, Mulai dari masa Rasulullah sampai peristiwa setelah Rasulullah wafat. Sehingga pada bulan ini hendaknya kita memperbanyak diri dalam mengingat Allah dan meningkatkan ketakwaan serta menjadi pribadi yang mencintai kedamaian.
Keutamaan bulan Robiul Akhir ini adalah mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa perang sehingga membantu kita meningkatkan rasa cinta pada sesama. Untuk itu, keutamaan yang harus kita kerjakan pada bulan ini adalah:

1. Melaksanakan perintah yang wajib dengan lebih giat
Seperti dalam firman Allah surat Ar Ro’du ayat 11:
Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu merubah dirinya sendiri.”
Maksudnya adalah bahwa mningkatkan diri dalam melaksanakan perintah wajib seperti shalat wajib, puasa Ramadhan, Zakat dalam islam, dan lainnya adalah datang dari diri sendiri. Untuk diri sendiri yaitu memenuhi kuwajiban serta menjauhkan diri dari kufur. “sesungguhnya solat menjauhkan dari kufur”(al hadits)

2. Memperbanyak shodaqoh
Karena dalam bulan ini banyak terjadi perang dan mengingatkan kita tentang perang, maka sebaiknya kita mulai membangun rasa cinta kepada sesama dengan meningkatkan shodaqoh amal jariyah kita. Adapun shodaqoh sebaiknya kita berikan kepada Fakir Miskin, anak Yatim, orang yang berjuang di Jalan Allah, orang yang terlilit hutang, dan orang yang sedang bepergian. Selain itu kita juga dapat menyumbangkan sebagian harta kita untuk Jariyah.

Jariyah adalah ibadah yang pahalanya akan terus mengalis meskipun kita telah mati seperti memberikannya pada Masjid, Sekolah berbasis Islam, Musholla, Tempat pengajian dan lain-lain. Sehingga ketika tempat-tempat tersebut masih dipergunakan untuk solat, kajian, menuntut ilmu, maka pahala dari jariyah kita tidak akan putus meskipun kita telah mati.

3. Perbanyak melaksanakan solat Berjamaah
Solat berjamaah selain memiliki keutamaan sholat berjama’ah menambah pahala kita dua puluh tujuh derajat juga membuat kita lebih sering bersosial. solat berjamaah juga meningkatkan rasa solisaritas kita terhadap sesama muslim. Seorang Ulama pernah berkata bahwa Kaum Yahudi sangat mengetahui kehancuran Islam adalah ketika sedikitnya muslim yang berjamaah solat subuh. Dan Masya Allah, jamaah solat subuh pun dikebanyakan tempat memang semakin berkurang tiap tahunnya.

4. Memperbanyak membaca doa tolak balak
Doa ini dimaksudkan untuk menghindari diri dari balak atau musibah. Doa ini berbunyi:
Allahumma Ya Kaafiyal Bala’, Ikfinal Bala’, Qobla nuzulihi minas sama’ Yaaa Allah.”
Atau doa ini:

Allahumma idfa’ anna Al gholaa’a, wal balaa’a, wal wabaa’a, wal fakhsyaa’a, wal munkara, was suyufal mukhtalifata, wasy sydaaida wal mikhana ma dhoharo minha wama bathona min baladina haadza khoshotan wa min baldani muslimiina Amatan innaka Ala kulli syai’in Qodiir.”

Artinya:
“Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan-cobaan hidup, penyakit-penyakit wabah, perbuatan keji dan mungkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam, paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun yang bathin, di negri kami pada khususnya, dan umumnya di negri orang-orang muslim, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

5. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah
Takwa yang dimaksud adalah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Memjauhi larangan Allah lah yang terasa sulit jika kita tidak terbiasa melakukannya seperti menghindari zina dalam islam. Makanya, ada bermcam-macam manusia. yang pertama manusia yang melaksanakan perintahNya dan tidak menjauhi laranganNya, yang tidak melaksanakan perintah dan tidak menjauhi laranganNya, dan yang melaksanakan perintah dan menjauhi larangan sangat jarang sekali.

6. Memperbanyak mengingat Allah dan sifat-sifatNya 
Yang terakhir, sebagai pengingat diturunkannya surat al Hasyr pada bulan ini, hendaknya kita meningkatkan diri untuk mengingat Allah yang memiliki banyak sifat sifat Allah dan asmaul husna yang Sempurna. diantara seperti yang tertera dalam akhir surat al Hasyr yaitu Ar Rahman(Tuhan Yang Maha pemurah), Ar Rahim (Yang Maha Pengasih), Al Malik (Raja Yang Maha Menguasai), Al Quddus (Raja yang suci dari ketercelaan),  As Salam (Raja Yang Memberikan Keselamatan), Al Mu’min (Raja Yang Memberi rasa aman), Al Muhaimin (Raja yang memelihara), Al Aziz (Yang Maha Agung), Al Jabbar(Maha Perkasa), Al Mutakabbir (Maha Tinggi), Al Kholiq (Yang Menciptakan), Al Bari’ (yang Melaksanakan), AL Mushowwir (Yang membentuk rupa). Demikian banyaknya Asmaul Husna yang disebutkan dalam surat ini untuk kita renungkan, betapa Allah Pemilik segala kesempurnaan.

Demikian  keutamaan bulan Rabiul Akhir. Adapun bulan Robiul Akhir sebagai pengingat kita untuk selalu lebih bersyukur dan lebih baik tiap harinya. Wallahu A’lam.
[Mau Baca Klik Disini]

Kelebihan dan Amalan pada Bulan Robiul Akhir

- 0 komentar
Rabiul Akhir (ربيع الآخر) adalah bulan keempat mengikut Taqwim Hijrah (kalendar Islam). Pada zaman dahulu, bulan-bulan seperti ‘Rabi-awal’ dan ‘Rabi-thani’ menandakan “musim bunga”, yang merujuk kepada musim pertumbuhan tanaman bijirin di Timur Tengah.

Kedua-dua bulan ‘Rabi’ tersebut menandakan “masa memakan rumput” binatang ternakan apabila banyak makanan dari tumbuh-tumbuhan telah muncul. Jika ‘Rabiul Awal’ ertinya bermulanya musim bunga bagi tumbuh-tumbuhan, ‘Rabiul Akhir’ pula bererti musim bunga yang terakhir juga dipanggil dengan nama ‘Rabiul Thani’ iaitu musim bunga kedua.

‘Rabi’ juga bermaksud gugur atau menetap dan ‘Akhir’ ertinya penghabisan. Maka Rabiul Akhir juga membawa pengertian musim gugur atau menetap kali penghabisan atau yang terakhir. Bulan ini juga dinamakan ‘Rabiul Thani’  (ربيع الثاني) yang bererti gugur atau menetap kali yang ke-dua.


Ketika itu musim gugur (rabi`) ini berlaku dua bulan berturut-turut iaitu dari penghujung bulan Oktober sehingga lewat bulan Disember dan pada zaman Jahiliah, 2000 tahun dahulu. Semua golongan lelaki yang meninggalkan rumah, akan terus menetap pada bulan kedua atau saat-saat akhir di rumah dan kawasan kaum keluarga masing-masing.

Bulan ini yang merupakan tanaman dan tumbuhan telah sampai ke penghujung dan kemuncak bagi tanam-tanaman mengeluarkan bunga. Pada waktu itu biasanya tanaman-tanaman di Tanah Arab akan mengalami peringkat akhir berbunga seiring dengan musim luruh dan sebelum tibanya musim sejuk.

Gelaran bagi setiap nama bulan pada asalnya sudah lama wujud sebelum kedatangan Nabi Muhammad iaitu sejak zaman Ka’ab bin Murrah, datuk kelima Rasulullah lagi dan Baginda terus menggunakannya oleh kerana nama-nama bulan tersebut tidak memberi makna yang buruk. Maka selepas kewafatan Rasulullah , para sahabat terus mengekalkan nama tersebut walaupun sebenarnya nama-nama bulan seperti Rabiul Akhir itu sendiri tidak lagi berkaitan dengan peredaran musim bunga atau buah kepada tanaman.

Cuaca, iklim, suhu dan musim adalah berkait rapat dengan peredaran matahari dan bintang-bintang lain sedangkan takwim Islam Qamari adalah berlandaskan kepada peredaran bulan mengelilingi bumi.

Kesimpulannya, Rabiul Akhir atau Rabiul Thani yang bermakna musim bunga yang kedua dan terakhir tidak semestinya dikaitkan dengan keadaan musim bunga sebenarnya, kerana ia hanya sekadar nama bagi bulan itu sendiri.

Firman Allah سبحانه وتعالى :
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا ﴿١٢﴾
 “Dan Kami jadikan malam dan siang itu dua tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami), Kami hapuskan tanda malam itu (sehingga menjadi gelap gelita), dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, supaya kamu mudah mencari rezeki dari limpah kurnia Tuhan kamu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungan hisab (bulan dan hari); Dan (ingatlah tanda seruan) tiap-tiap sesuatu (yang kamu perlukan untuk dunia dan agama kamu), Kami telah terangkan dia satu persatu (di dalam al-Quran) dengan sejelas-jelasnya.”  (Surah al-Israa’; ayat 12)
.
.

Amalan Dan Fadhilat Bulan Rabiul Awal


Amalan-amalan ibadat sama ada yang fardhu mahupun yang sunat di bulan Rabiul Akhir adalah sama dengan bulan-bulan yang lain. Tiada amalan-amalan yang khusus yang dianjurkan oleh Islam dalam bulan ini. Walau bagaimanapun, kita diminta untuk meningkatkan amalan dari masa ke semasa walau dalam bulan mana sekalipun.

Firman Allah سبحانه وتعالى:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا ﴿٣٠﴾
“Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal soleh, tentulah kami tidak akan mensia-siakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan dengan baik (berusaha memperbaiki amalnya).”(Surah Al-Kahfi: Ayat 30)

Disamping kita menjaga dan meningkatkan kualiti amalan-amalan wajib, kita juga mesti cuba memperbanyakkan amalan-amalan sunat yang kita ketahui. Amalan-amalan sunat adalah penampung atau pelengkap kepada amalan-amalan wajib kita.

Terdapat banyak lagi amalan sunat yang masih kita tidak lakukan atau tidak berkesempatan melakukannya. Maka pada bulan inilah masa yang sesuai untuk kita mengamalkan ibadah-ibadah sunat yang kita tidak berkesempatan untuk melakukannya sebelum ini.
.
Di antara amalan-amalan sunat yang menjadi amalan dan disarankan oleh Rasulullah sepanjang tahun adalah :
.
1)      Solat berjemaah, terutama solat fardhu di masjid atau surau setempat.
2)      Membaca dan berusaha memahami Al-Qur’an
3)      Menghayati dan memperbanyakkan :
a)      Zikir – tahlil, tahmid dan takbir.
b)      Istighfar  dan taubat
c)      Selawat ke atas Rasulullah .
4)      Qiamullail iaitu bangkit beribadat di waktu malam.
5)      Mendirikan solat-solat sunat seperti:
a)      Solat Sunat Fajar
b)      Solat Sunat Dhuha
c)      Solat Sunat Rawatib
e)      Solat Sunat Witir
6)      Memperbanyak dan membiasakan bersedekah
7)      Berpuasa sunat, terutamanya  pada hari-hari Isnin dan Khamis
8)      Menghadiri majlis ilmu seperti ceramah, kuliah agama dan sebagainya
9)      Menjaga pancaindera dan anggota badan daripada melakukan kemaksiatan.
.
Firman Allah سبحانه وتعالى:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَـٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿٧﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (Surah Al-Bayyinah: Ayat 7)
.
Rasulullah bersabda: “Hendaklah kamu semua berbuat sesuai dengan kekuatan kamu sahaja. Sesungguhnya Allah itu tidak jemu (memberi pahala) sehingga kamu semua bosan (melaksanakan amalan itu). Adalah cara melakukan agama yang paling dicintai oleh Allah itu ialah apa-apa yang dikekalkan melakukannya oleh orang itu (tidak perlu banyak asalkan berterusan).” (Muttafaq ‘alaih)
.
.
والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)
[Mau Baca Klik Disini]

01 November, 2016

Sekilas Tentang Keutamaan Bulan Shafar

- 0 komentar
Perlu diketahui bahwa Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh.

Menurut bahasa Safar berarti kosong, ada pula yang mengartikannya kuning. Sebab dinamakan Safar, karena kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka (sehingga kosong) untuk berperang ataupun bepergian jauh. Ada pula yang menyatakan bahwa nama Safar diambil dari nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit safar yang bersarang di dalam perut, akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya. Itulah sebabnya mereka menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh dengan kejelekan. Pendapat lain menyatakan bahwa Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.

selain dari definisinya yang banyak versi, ternyata banyak kontroversi mengenai bulan kelahiran saya ini. Banyak yang bilang kalo bulan safar ini adalah bulan sial. bulan yang tidak bagus buat ngadain sebuah hajatan atau melakukan hal-hal penting, ini lah.. itu lah… itu semua adalah salah satu bentuk khurafat (tahayul atau mitos). Khurafat adalah salah satu bentuk penyelewengan dalam akidah Islam.
Keyakinan tersebut, yaitu tidak boleh melakukan pernikahan, khitan, atau semisalnya pada bulan Shafar merupakan salah satu bentuk perbuatan menganggap sial bulan tersebut. Perbuatan menganggap sial bulan-bulan tertentu, hari-hari tertentu, burung atau hewan-hewan tertentu lainnya adalah perbuatan yang tidak boleh.

Menganggap sial bulan Shafar sekaligus termasuk salah satu jenis tathayyur yang terlarang. Itu termasuk amalan jahiliyyah yang telah dibatalkan (dihapuskan) oleh Islam. Menganggap sial bulan Shafar termasuk kebiasaan jahiliyyah. Perbuatan itu tidak boleh. Bulan (Shafar) tersebut seperti kondisi bulan-bulan lainnya. Padanya ada kebaikan, ada juga kejelekan. Kebaikan yang ada datangnya dari Allah, sedangkan kejelekan yang ada terjadi dengan taqdir-Nya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallah ‘anhu bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda:

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shafar.” [HR. Al-Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad (II/327)]

Kepercayaan atau mitos/tahayul tersebut langsung dibantah oleh Rasulullah Saw.
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”

Namun kepercayaan bahwa Safar bulan sial atau bulan bencana masih saja dipercaya sebagian umat. Padahal, Rasul sudah menegaskan mitos itu tidak benar.

Hingga kini pun masih ada umat Islam yang tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Safar karena percaya terhadap khurafat tersebut. Sebuah keyakinan yang dapat menjerumuskan kepada jurang kemusyrikan.

Bahkan, sampai ada “amalan khusus”, misalnya hari Rabu membaca syahadat tiga kali, istighfar 300 kali, ayat kursi tujuh kali, surat Al-Fiil tujuh kali, dan sebagaiya. Jelas, itu amalah khurafat dan bid’ah yang tidak bersumber dari ajaran Islam dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat.
Kesialan, naas, atau bala bencana dapat terjadi kapan saja, tidak hanya bulan Safar, apalagi khusus banyak terjadi pada bulan Safar. Allah Swt menegaskan:

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51 ).

Tidak amalan istimewa atau tertentu yang dikhususkan untuk dirayakan pada bulan Safar. Amalan bulan Safar adalah sama seperti amalan-amalan pada bulan-bulan lain. Kepercayaan mengenai perkara sial atau bala pada sesuatu hari, bulan dan tempat itu merupakan kepercayaan orang jahiliah sebelum kedatangan Islam.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari).

Pergantian malam dan siang, pekan demi pekan dan bulan demi bulan adalah merupakan salah satu tanda kekuasaanNya, sehingga semua itu tidak ada hubungannya dengan nasib celaka atau keberuntungan manusia. Manusia akan mendapatkan keberuntungan atau sebaliknya mendapatkan bencana dan malapetaka adalah karena takdir dariNya, bukan berkaitan dengan suatu masa tertentu. Namun sangat disayangkan sekali tradisi Jahiliyah yang berkeyakinan bahwa ada hari baik dan ada hari buruk telah terwariskan oleh hampir seluruh wilayah di dunia ini, dari kawasan Jazirah Arab pada zaman sebelum Islam hingga saat ini di kawasan India dan sampai di Indonesia ( khususnya jawa ) mereka berkeyakinan bahwa ada hari-hari yang baik dan ada hari-hari yang na’as, demikian juga ada bulan-bulan yang membawa kebaikan dan ada bulan-bulan yang membawa malapetaka. Di antara bulan-bulan yang mereka anggap sebagi bulan penuh bala adalah bulan shafar.

Awal mula kesyirikan yang menganggap bahwa adanya hari dan bulan yang baik dan yang buruk berawal dari adat jahiliyah yang mereka terima dari tukang-tukang sihir ( kahin ). Dan bulan shafar ini mereka masukan ke dalam bulan yang penuh dengan malapetaka. Beberapa jenis keyakinan syirik yang bertentangan dengan Islam yang terjadi pada bulan Shafar adalah:

1. Masyarakat Arab Jahiliyah menganggap bulan shafar sebagai bulan penuh kesialan.( Shahih Bukhari no. 2380 dan Abu Dawud no. 3915 ).

2. Masyarakat Arab Jahiliyah juga meyakini adanya penyakit cacing atau ular dalam perut yang disebut shafar, yang akan berontak pada saat lapar dan bahkan dapat membunuh orangnya, dan yang diyakini lebih menular dari pada Jarab ( penyakit kulit / gatal ). ( Shaih Muslim : 1742, Ibnu Majah : 3539 )

3. Keyakinan masyarakat Arab Jahiliyah bahwa pada bulan shafar tahun sekarang diharamkan untuk berperang dan pada shafrar tahun berikutnya boleh berperang. ( Abu Dawud : 3913, 3914 ).

4. Keyakinan sebagian mereka yang menganggap bahwa umrah pada bulan-bulan haji termasuk bulan Muharam ( shafar awal ) adalah sebuah kejahatan paling buruk di dunia. ( Bukhari no. 1489, Muslim : 1240, 1679 ).

5. Sebagian orang-orang di India yang berkeyakinan bahwa tiga belas ( 13 ) hari pertama bulan shafar adalah hari naas yang banyak diturunkan bala’. ( Ad-Dahlawi, Risalah Tauhid )

6. Keyakinan sebagian umat Islam di Indonesia bahwa pada setiap tahun tepatnya pada hari rebo wekasan Alloh menurunkan 320.00 ( tiga ratus dua pulun) malapetaka atau bencana. ( Al-Buni dalam Kitab Al-Firdaus serta Faridudin dalam Kitab Awradu Khawajah dan tokoh-tokoh sufi lainnya ).

7. Mengenai rebo wekasan ini mereka juga berkeyakinan tidak boleh melakukan pekerjaan yang berharga atau penting seperti pernikahan, perjalanan jauh, berdagang dan lain-lain, jika tetap dilakukan maka nasibnya akan sial.

tapi, meskipun banyak sekali komentar dan kepercayaan negatif tentang bulan safar ini, tidak memundurkan rasa cinta saya terhadap bulan kelahiran saya ini. bagi saya, bulan safar adalah salah satu perjalanan yang memang harus dilalui. suatu perjalanan menjadi seseorang yang lebih baik dengan mengintrospeksi diri kita. setiap orang pasti punya jalan hidupnya sendiri-sendiri. layaknya jalan raya, jalan kehidupan ini pun tak selamanya lurus-lurus aja. jalan itu berliku, menanjak, menurun, ada yang mulus, ada yang rusak… nasib seseorang itu tergantung pada peran seseorang tersebut dalam menjalani kehidupan. Allah SWT pernah bersabda:

“Mereka (para Rasul) berkata: “Kesialan / Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib sial?). Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”(QS. Yaasiin, ayat 19)

Islam tidak mengenal adanya hari atau bulan naas, celaka, sial, malang dan yang sejenis. Yang ada hanyalah bahwa setiap hari dan atau bulan itu baik, bahkab dikenal hari mulia (Jum’at) dan bulan mulia (seperti bulan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah). kalaupun memang ada kenaasan atau kejadian yang kurang baik itu adalah takdirNya. tidak ada hubungannya dengan bulan yang tidak baik.

Semoga bermanfaat
[Mau Baca Klik Disini]

Adab Seorang Murid Dengan Gurunya

- 0 komentar
Di sela-sela maiudzoh hasanah KH Fatkhureza dalam rangka Haul Syech Abdul Qodir Aljailani di suatu daerah, beliau menceritakan bagaimana orangtuanya mulai memasukkan ke pundok pesantren di saat masih duduk di sekolah dasar mau ke SMP. Pesan yang disampaikan ibundanya kepada si anak adalah,

Nasihat Pertama :

”Leek nek awakmu mondok mangke ora usah keakihan takon marang gurumu yo leek..” (panggilan sayang seorang ibu kepada anaknya, naak kalo kamu jadi mondok, nanti tidak usah kebanyakan tanya macam-macam yaa sama gurumu)

Dalam kitab Bidayatul Bidayah yaitu :

Jangan bertanya jika belum minta izin lebih dahulu.

( فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّآْرِ إِنْ آُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ( النحل : 43

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak tahu.”(Q.S. An-Nahl:ayat 43)
Izin seorang pelajar terhadap gurunya dalam bertanya sesuatu sangat penting karena di mana seorang guru jelas lebih tahu letak penyampaian ilmu yang harus diselesaikan lebih jelasnya menjaga kesopanan. Bertanya tentang soal yang belum sampai tingkatanmu memahaminya, adalah dicela, karena itulah, maka Nabi khaidir melarang Nabi Musa bertanya.

Sebagai mana ungkapan al-Ghazali sebagai berikut:

“Tinggalkan bertanya sebelum waktunya !
guru lebih tahu tentang keahlianmu dan kapan sesuatu ilmu harus diajarkan kepadamu. Sebelum waktu itu datang dalm tingkatan mana pun juga, maka belumlah datang waktunya untuk bertanya. Hal di atas jelaslah bahwa seorang pelajar harus sopan dan tidak boleh melontarkan pertanyaan atau perkataan yang belum minta izin terhadap gurunya atau tiba-tiba berbicara dan bertanya. Dari itu tinggalkanlah bertanya sebelum waktunya, guru lebih tahu tentang keahlianmu dan kapan sesuatu ilmu harus diajarkan kepadamu. Sebelum waktunya untuk bertanya.

Nasihat Kedua :

“Nek gurumu ngutus awakmu angger anut wae yo leek..
Nek kyaimu ono nang musholla, sandale diwalik yo leek.”
(Kalo gurumu memerintahkan sesuatu kepadamu ya sudah nurut saja, dan kalo kyaimu berada di musholla, sandalnya dibalik yaa..maksudnya sandal yang misalnya mengarah ke utara diarahkan lagi ke selatan agar kalo keluar dari musholla kiyainya langsung bisa menggunakan sandalnya.
  • Jangan sekali-kali su’dhan terhadap guru mengenai tindakan yang kelihatannya mungkar atau tidak diridhai Allah menurut pandangan murid, sebab guru lebih mengerti rahasia-rahasia yang terkandung dalam tindakannya.
  • Dalam belajar murid tidak boleh su’dhan guru mengenai tindakan yang kelihatan munkar, su’dhan ini akan mengkibatkan ilmu yang akan diterima tidak sampai, sebab su’dhan merupakan penyakit hati,
  • maka dari itu murid tidak boleh su’udhan terhadap gurunya, karena tidak tahu rahasia dibalik itu, seperti yang terjadi dengan Nabi Musa terhadap Nabi Khidir, yang telah membunuh anak kecil.
Di era tahun 70-an di daerah Rembang ada santri yang setiap harinya hanya mengikuti kemana kiyainya pergi, dia tidak pernah mengaji sama sekali waktu di pondoknya. Kegemaran kiyainya dolan layangan, si santri menerbangkan layangannya di pagi hari dan menurunkannya di sore hari, si santri merawat kudanya dan memijiti kyainya bila lelah. Selepas dari pondok tersebut si anak santri tersebut memiliki pondok sendiri.

 ويمبغى أن يتوا ضع لمعلمه ويطلب ا لثواب و ا لشراف

Seharusnya seorang pelajar itu, tunduk kepada gurunya, mengharap pahala dan kemuliaan dengan berkhitmat kepadanya

Berbeda dengan santri jaman sekarang yang kalo ditimbali (dipanggil) kyainya malah lari, bersembunyi, bahkan berbohong sedang pergi ke mana. Ada lagi tingkah polah santri yang memfitnah dan menghasud gurunya dan mengadukan kepada orangtuanya karena tidak setuju dengan hukuman yang diberlakukan gurunya.

Dimana keberkahan akan dicari? Ilmu yang dipelajari oleh santri pada saat tertentu mereka tidak masuk, dengan kyainya kurang adab, bicara tidak sopan, dan melengos bila diberi nasihat.

Dikutip dari : sarkub.com
[Mau Baca Klik Disini]

27 October, 2016

Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW

- 0 komentar
Di masa-masa lalu Jaman kenabian sebelum Nambi Muhammad  mencapai usia diatas 1000 tahun. Diriwayatkan bahwa nabi Nuh mencapai usia 2500 tahun dan mengemban risalah kenabian selama 950 tahun. Berapa banyak umat terdahulu yang mencapai usia ratusan atau ribuan tahun, ummat yang terpendek usianya adalah ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sangat sedikit sekali yang mencapai usia 100 tahun, namun amal pahala mereka dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat, itulah kelebihan ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. 
 
Maka jika seseorang hidup selama 60 tahun seakan-akan ia seperti hidup 600 tahun, itulah anugerah Allah untuk kita ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Segala Puji bagi-Mu wahai Allah Yang telah memilih kami sebagai pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Meskipun kehidupan yang singkat di muka bumi ini namun Allah melipatgandakan pahala ummat Rasulullah SAW menjadi 10 hingga 700 kali lipat, demikian riwayat Shahih Al Bukhari, bahkan dalam riwayat Shahih Muslim bahwa amal pahala bisa dilipatgandakan hingga 700 kali lipat atau lebih , maka jika 10 tahun usia kita dan kita beribadah selama itu maka ibadah selama 10 tahun itu bisa berubah menjadi 7000 tahun ibadah dengan kehendak Allah. Dan Allah juga memberi anugerah yang lebih baik dari itu yaitu malam Lailatul Qadr, dimana ibadah di malam itu pahalanya lebih dari 1000 bulan. Allah Maha Mampu memberi lebih dari semua itu, bahkan mereka yang telah memiliki tumpukan gunung dosa dan kesalahan, dan jika mereka bertobat Allah akan menggantikan kesalahan-kesalahan mereka dengan kebaikan, sebagaimana firman Allah :
 
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
( الفرقان : 70 )
 
“ Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS. Al Furqan : 70 )
Orang yang beriman dan yang beramal shalih, Allah akan menggantikan tumpukan gunung-gunung dosa dan kesalahan mereka dengan gunung-gunung pahala. Tidak pernah kita temukan tumpukan dosa diganti menjadi pahala , yang kita tahu jika seseorang berbuat salah maka ia akan dimaafkan tanpa diberi hadiah, namun Allah tidak hanya memaafkan tetapi juga menggantikan dosa-dosa mereka dengan pahala, bahkan Allah memuliakan hamba-hamba yang bertobat .

Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa : "Allah subhanahu wata’ala menerima hamba yang bertobat dengan kegembiran dan cinta-Nya"
 
Rasulullah bertanya kepada para sahabat tetang seseorang yang pergi membawa seluruh hartanya dengan tunggangannya dan setelah ia kelelahan ia pun tertidur dan ketika terbangun, tunggangan dan semua hartanya tidak ada, maka Rasulullah bertanya kepada para sahabat bagaimana kesedihan orang itu, maka para sahabat berkata : “pastilah orang itu sangat sedih wahai Rasulullah”, 
 
maka setelah orang itu berjalan jauh dan tidak pula menemukan tunggangannya ia pun kelelahan dan tertidur, setelah ia terbangun ia melihat harta dan tunggangannya ada di hadapannya, maka Rasulullah bertanya bagaimana kegembiraan orang itu, para sahabat menjawab :“pastilah dia sangat gembira wahai Rasulullah”, 
 
maka Rasulullah menjawab : “Sungguh Allah lebih gembira menerima taubat seseorang yang penuh dosa dibandingkan kegembiraan seseorang yang kehilangan seluruh hartanya kemudian hartanya kembali kepadanya”. Allah tidak membutuhkan taubat kita, namun samudera kasih sayang-Nya memeluk dan mencintai hamba yang bertobat, oleh sebab itu hamba yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dimana beliau selalu beristighfar sebanyak 70 kali dalam setiap harinya, padahal Rasulullah tidak mempunyai dosa, namun beliau hanya ingin lebih mencapai derajat yang mulia sebagaimana firman Allah :
 
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
( البقرة : 222 )
 
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” ( QS. Al Baqarah : 222 )
 
Jika muncul bisikan syaitan yang berkata: “jika engkau taubat dari sekarang, kemudian kembali berbuat dosa, maka engkau termasuk dalam kelompok orang-orang munafik”. Sungguh demi Allah tidak demikian, karena Allah tidak akan pernah berhenti dan bosan menerima tobat hamba-Nya. Allah berfirman dalam riwayat Al Imam Ahmad :
 
 يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ
 
“ Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau”
 
Jika dosa seorang hamba memenuhi hingga ke ujung langit pun Allah tetap akan mengampuni, saat ini baru ditemukan galaksi terbaru, yang bernama galaksi Andren yang jaraknya 70 tahun kecepatan cahaya, dan kecepatan cahaya adalah 300.000 Km/detik namun belum juga ditemukan ujung langit,,, Allah berfirman jika dosa hamba menumpuk hingga memenuhi langit maka akan Allah ampuni. Adakah yang lebih indah dari Allah, adakah yang lebih pemaaf dari-Nya, adakah Yang lebih berhak dicintai dan dirindui dari diri-Nya, dan indahnya sambutan Allah terhadap hamba yang merindukan-Nya, 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:
 
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ
 
“ Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah, maka Allah pun ingin berjumpa dengannya”
Jika seseorang rindu kepada Allah maka Allah pun rindu kepada-Nya, inginkah melihat Yang Maha Indah dan Maha Baik Yang menciptakanmu dari tiada, dan senantiasa memaafkan dosa-dosa dan kesalahanmu, dan Yang menyiapakan istana-istana di surga yang semakin detik bertambah indah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
 
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
( السجدة : 17 )
 
“Tak seorangpun mengetahui berbagai ni’mat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” ( QS. As Sajadah : 17 )
 
Manusia tidak mengetahui sesuatu yang telah disiapkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk mereka sebagai balasan amal-amal mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsy :
 
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
 
“ Telah Kusiapkan untuk hamba-hambaKu sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam sanubari manusia”
 
Abadi dalam keindahan di surga, dan keindahan itu dalam setiap waktu dan kejap semakin indah, itulah yang disiapakan untuk para perindu Allah, siapa mereka? Mereka adalah orang yang banyak megingat Allah,
 
مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرَهُ
 
” Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka banyak menyebutnya”
Maka beruntunglah mereka yang hadir di majelis dzikir , karena ia telah diizinkan Allah untuk duduk bersama orang-orang yang dirindukan dan merindukan Allah. Kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, keluhuran, kesucian dan kemuliaan adalah milik-Nya yang diberikan kepada yang dikehendaki-Nya terlebih lagi kepada mereka yang memintanya. Dan rahasia keluhuran di malam hari ini, kita berkumpul dalam kemuliaan memenuhi undangan Allah untuk mencapai ridha-Nya, karena orang yang berdzkir bersama mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih mulia di langit.
 
Langit mengenal nama-nama yang suka menyebut nama Allah . Semoga Allah mejadikan kita dalam kelompok mereka, kelompok orang yang banyak berdzikir . Orang yang banyak berzikir adalah orang-orang yang hatinya ditenangkan oleh Allah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
 
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
( الرعد : 28 )
 
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 )
 
Dengan mengingat Allah hati akan tenang, bagaimana hati akan tenang jika permasalahan dan kesedihan masih merundung kita, maka hal ini menunjukkan bahwa orang yang berdzikir akan tenang hatinya dan berarti akan diselesaikan permasalahannya. Perbanyaklah dzikir dalam segala aktifitas dan dimana pun berada, setiap kali ada kesempatan. Jika iseng untuk kirim sms dengan teman boleh-boleh saja di waktu senggang namun tetap sambungkan hati dengan Allah, sehingga hati bergetar mengingat-Nya . Dan ingatlah detik-detik saat namamu dipanggil menghadap-Nya “Fulan bin fulan maju kehadapan Allah”.
Disebutkan dalam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa datang seorang pemuda kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan dosa-dosanya, dan berkata : “wahai Rasulullah , berilah aku hukuman atas dosa-dosa yang telah aku perbuat”, namun Rasulullah hanya diam kemudian turunlah firman Allah subhanahau wata’ala :
 
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
( هود : 114 )
 
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” ( QS. Hud : 114 )
 
Jika seseorang merasa memiliki banyak dosa maka perbanyakalah amal pahala, karena pahala itu akan menghapus dosa-dosanya. Jangan meremehkan pengampunan Allah, ketahuilah bahwa Allah paling mudah mengampuni dari semua makhluk-Nya, paling mudah memaafkan dari semua yang memaafkan, namun jangan meremehkan tawaran maaf Allah, karena jika Allah membalik hati kita untuk tidak lagi memohon maaf kepada-Nya maka kekallah kita dalam kehinaan, wal ‘iyadzubillah.
 
Jika diantara kita masih ada yang belum mampu untuk menjalankan ajaran agama Islam dengan baik, masih sering meninggalkan shalat, masih belum mampu melakukan hal-hal yang diwajibkan dan meninggalakan hal-hal yang diharamkan, maka perbanyaklah doa kepada Yang Maha memberi kekuatan. Manusia adalah tempat kelemahan, tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan, kecuali para nabi dan Rasul. 
 
Rasulullah adalah makhluk terindah dan panutan terindah yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala agar kita mencapai keindahan yang terindah yaitu keridhaan Allah subhanahu wata’ala dan memandang indahnya Allah subhanahu wata’ala. Ketika manusia berada di surga yang demikian indah dengan keindahan yang terus bertambah, Allah memanggil penduduk surga sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari :
 
يَا عِبَادِيْ أَلَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
 
“ Wahai hamba-hamba-Ku , maukah kalian Kuberi yang lebih baik dari itu ( surga yang megah dan indah) ? “
Maka hamba-hamba itu berkata :
 
ياَرَبِّ وَأَيُّ شَيْئٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
 
“ Wahai Allah , apalagi yang lebih baik dari itu ? “
Maka Allah menjawab :
 
أُحِلَّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِيْ فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا
 
“ Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku dan Aku tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya “
Keridhaan Allah ditawarkan di masa hidup kita, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Al Imam Abu Daud bahwa siapa yang membaca :
 
 رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالإسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً
 
“Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Aku ridha Islam sebagai agama dan Aku ridha Muhammad sebagai  Nabi dan utusan (Allah)”
Maka pastilah dia mendapatakan keridhaan Allah subhanahu wata’ala, mungkin kita memandang hal itu terlalu jauh,sebenarnya tidak demikian, jika kita ucapkan dan kita niatkan maka kita akan mendapatkannya, hanya godaan syaitan yang selalu menghampiri kita, mungkin syaitan berbisik : “jika engkau ridha Allah sebagai Tuhanmu maka kau harus melakukan semua yang diperintahkan dan tidak ada yang ditinggalakan, jika tidak, maka jangan mengucapkan Aku ridha Allah menjadi tuhanku” . 

 Bagaimana kita tidak ridha Allah menjadi Tuhan kita?! Jika kita tidak ridha jika Allah menjadi tuhan kita maka tentunya kita akan menyembah tuhan yang lain, namun jika kita menyembah Allah berarti kita ridha Allah menjadi Tuhan kita. Begitujuga jika kita tidak ridha kepada Islam sebagai agama kita maka tentunya kita akan keluar dari Islam , dan jika kita ridha kepada nabi Muhammad sebagai nabi kita maka kita akan memilih nabi lain, namun hal ini adalah tangga yang pertama, semakin dalam cintamu kepada Allah, Rasulullah dan kepada Islam, maka semakin tinggi keluhuranmu.

Sumber : www.sarkub.com 
[Mau Baca Klik Disini]
 
Copyright © . Pengetahuan Agama Islam - Posts · Comments
Blog dibuat oleh Imam fahrudin · Didukung oleh Blogger